Masih Misteri!! Dimana Posisi Peletakan Makam Prabu Angling Dharma Sebenarnya, di Pati Atau Bojonegoro?

- May 07, 2017

Tanah Jawa memiliki banyak legenda. Salah satunya adalah legenda tentang Prabu Angling Dharma atau Prabu Anglingdarmo. Saking tenarnya cerita Angling Dharma ini dijadikan sebuah film.
Cerita tentang Angling Dharma ini hingga kini masih jadi kontroversi, ada yang menyebut berasal dari Pati, Jawa Tengah ada juga yang menyebut dari Bojonegoro, Jawa Timur.
Dikutip dari laman paseban.org, di Pati sendiri ada sebuah makam yang dipercaya merupakan makam Prabu Angling Darma. Tepatnya berada di desa Mlawat (Mlowopati) Kecamatan Sukolilo. Makam tersebut sangat dikeramatkan oleh penduduk sekitar.

Baca Juga: Heboh! Kakek Lusuh Bersandal Jepit Beli Harley Davidson Tunai. Lihat Kisahnya
Angling Dharma dipercaya merupakan seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa. Tokoh Angling Dharma ini dianggap sebagai titisan Batara Wisnu, sosok raja di kerajaan Mlowopati. Salah satu keistimewaan beliau adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang.
Angling Dharma ini disebut-sebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Angling Dharma bersama patihnya yang bernama Batik Madrim mampu menjadikan Mlowopati besar. Mereka memenangi beberapa peperangan penting.
Angling Dharma dikenal sebagai seorang raja yang arif dan bijaksana. Beliau juga tersohor bisa menundukkan bangsa dan terkenal memiliki berbagai macam benda pusaka sangat sakti, misalnya Keris Pulang Geni, Panah Pasopati, dan masih banyak lagi.
Selain makam Prabu Angling Dharma di Pati juga ada makam Batik Madrim. Di sana gua yang sangat dalam yaitu gua Eyang Pikulun Naga Raja Guru Prabu Angling Darma. Selain makam, disana juga terdapat tempat pemandian yang sampai sekarang masih di keramatkan oleh penduduk setempat.


Masih Misteri!! Dimana Posisi Peletakan Makam Prabu Angling Dharma Sebenarnya, di Pati Atau Bojonegoro?

Bojonegoro
Kemudian beberapa literatur mengatakan bahwa, Prabu Angling Dharma pernah singgah di Bojonegoro saat mengalami masa hukuman dan kutukan menjadi burung belibis.
Angling Dharma ini dihukum oleh Dewi Uma dan Dewi Ratih. Prabu Angling Dharma dianggap melanggar janji sendiri untuk tidak menikah lagi sebagai wujud cintanya kepada Dewi Setyowati yang mati bunuh diri.
Saat itu Dewi Uma dan Dewi Ratih menguji keteguhan janji itu dengan cara menyamar menjadi nenek-nenek dan gadis cantik menyerupai Dewi Setyowati. Karena itu, runtuhlahlah iman sang Prabu.
Kemudian Prabu Angling Dharma dikutuk kedua kalinya oleh seorang putri raksasa yang cantik dan pemakan manusia sebagai burung Belibis.
Pada perjalanan selanjutnya sampailah beliau di Wonosari, Bojonegoro dan kisah selanjutnya beliau memperistri Dewi Srenggono, Trusilo, dan Mayangkusuno dan kemudian mempunyai beberapa putra.
Sang Prabu pernah kembali ke kerajaan Mlowopati beserta istri dan putranya. Saat itu Mlowopati sedang diserang Raja Raksana Pancadnyono, dengan kembalinya sang Raja Mlowopati, peperangan itu berhasil dimenangkan. Padahal saat itu, Batik Madrim dan pasukannya sempat kewalahan.
Akan tetapi belum diketahui secara pasti apakah sang Prabu menetap di Mlowopati sampai akhir hayat atau tidak. Sehingga sampai saat ini masih menjadi perdebatan yang panjang soal letak makam Prabu Angling Dharma.
Sampai sekarang makam Prabu Angling Dharma yang berada di kota Pati ini banyak dikunjungi oleh para peziarah. Selain sebagai tempat ziarah, tempat ini juga dijadikan tempat wisata. (dwq) [Sumber: otonomi.co.id].

 

Start typing and press Enter to search

close